Pengobatan Nabi Muhammad SAW

· Pengobatan Tibbun Nabawi
Penulis

PELATIHAN AL-HIJAMAH (BEKAM)

Pengertian hijamah

Bekam adalah teknik mengeluarkan darah kotor atau angin melalui permukaan kulit yaitu pengeluaran keracunan atau toksin dari tubuh badan. Al-Hijamah atau bekam suatu cara pengobatan yang disukai dan direkomendasikan oleh Rasulullah SAW untuk Ummat Islam. Secara bahasa Al-Hijmu berarti menghisap atau menyedot, sedangkan ihtajama-ihtijaman bermakna mencegah, maqsudnya mencegah penyakit .

Berbekam sangat bermanfaat untuk menghilangkan penyakit, memulihkan system imuniti, membuang angin dan haba yang berlebihan, mengaktifkan syaraf yang lemah atau kurang berfungsi, mengeluarkan darah kotor (toksin) dan meringankan tubuh. Tubuh yang terlalu banyak kotoran / toksin akan menyebabkan statis darah, dimana system darah tidak berjalan dengan lancar. Keadaan ini sedikit demi sedikit akan mengganggu kesehatan fisik maupun mental seseorang. Yang lebih penting dari semua itu adalah, berbekam berarti melaksanakan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam pengobatan. “Barangsiapa menghidupkan sunnahku sesungguhnya dia mencintai aku, barangsiapa mencintai aku sesungguhnya dia bersama aku di dalam syurga” (Riwayat Abu Dawud). Karena Nabi Muhammad SAW melaksanakan bekam sebagai mana diriwayatkan banyak Hadits-hadist shohih yang datang tentang masalah ini. Diantaranya adalah :

  1. “Sesungguhnya cara pengobatan kalian yang paling ideal adalah hijamah dan menggunakan al-qisthul bahri (sejenis tumbuhan di Arab)” HR.Bukhari, 2280 Muslim,2214.
  2. Rasulullah SAW bersabda : Kesembuhan itu ada pada tiga hal : Berbekam, minum madu dan Al-Kay (berobat dengan besi panas), namun aku melarang ummatku dengan Al-Kay (shohih Bukhori)
  3. Ibu Abbas berkata “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW berbekam pada titik Al-Akhdain dan antara dua bahunya. Beliau memberikan kepada tukang bekam itu upahnya. Sekiranya mengambil upah bekam itu haram, tentulah beliau takkan memberinya” (Diriwayatkan oleh Harun bin Ishaq al-Hamdzani dari ‘Abdah dari Sufyan as-Tsauri, dari Jabir dari Sya’bi yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas ra. Dikeluakan pula oleh Abu Daud pada bab jual beli hadist no.3423, juga dalam Shahih Bukhori dan Muslim). “Dari Ibnu ‘Abbas ra, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah berobat dengan hijamah (Bekam) karena sakit di kepala Beliau SAW” (Shahih Bukhori,5700)
  4. Dari Jabir, bahwa ada seorang wanita yahudi dari penduduk Khaibar memasukkan racun kedalam daging domba yang dipanggang, lalu menghadiahkannya kepada Rasulullah SAW . Lalu Beliau SAW mengambil bagian kaki dan memakan sebagian darinya. Beberapa orang sahabat yang bersamanya juga ikut memakannya. Tiba-tiba beliau bersabda,”lepaskan tangan kalian!”. Beliau mengirim utusan untuk memanggil wanita yahudi itu, lalu beliau bersabda”rupanya engkau telah meracun domba ini.” “siapa yang memberitahumu?” Tanya wanita yahudi. Beliau SAW menjawab,”bagian kaki domba inilah yang memberitahukannya kepadaku.” “Memang aku telah meracunnya.Dalam hati aku berkata,’kalau memang dia benar-benar seorang Nabi, maka racun itu tidak akan membahayakan dirinya. Tapi kalau memang dia bukan seorang nabi, maka kami dapat merasa tenang ,” jawab wanita yahudi. Rasulullah SAW memaafkan wanita yahudi itu dan tidak menjatuhkan hukuman kepadanya. Sebahagian sahabat yang terlanjur memakannya ada yang meninggal. Lalu Rasulullah SAW melakukan pengobatan dengan hijamah di bagian pundaknya karena daging yang terlanjur beliau makan . Yang membekamnya adalah abu Hindun, dengan menggunakan tanduk dan mata pisau. (H.R Abu Daud dan Ad-Darimy. Menurut Al-baniy, ini hadist shohih.

Waktu berbekam

Rasulullah SAW bersabda : Waktu yang paling baik bagi kalian untuk melakukan hijamah ialah pada tanggal 17, 19 dan 21 pada bulan qomariah (Shohih sunan At-Tirmidzi, Al-Baniy 2/204).

Al-Khallal berkata aku diberitahu oleh Ishmah bin Isham dia berkata aku diberi tahu Hambal, dia berkata Abu Abdillah, Ahmad bin Hambal biasa melakukan hijamah kapanpun waktunya (At-Tibb An-Nawawiy (Ibnu Qoyyim Al-Jaujiyyah hal 59).

Telah disebutkan dalam Asshohihaini bahwa Rasulullah SAW melakukan hijamah dibagian kepala ketika beliau sedang ihram karena sakit kepala yang beliau rasakan, juga beliau Saw melakukan hijamah setelah beliau SAW memakan kambing yang diberi racun oleh wanita Yahudi, juga diriwayatkan beliau berbekam pada punggung telapak kaki bagian atas ketika jatuh dari kudanya. Pemahaman dari riwayat-riwayat ini adalah waktu yang paling baik berbekam ketika berbekam itu diperlukan kapanpun waktunya dan kapanpun tanggalnya. Namun waktu yang ideal menurut jadwal bulanan adalah tanggal 17, 19 dan 21. “Yang baik ialah pada pertengahan bulan karena cairan dalam tubuh bergolak dan mencapai puncak penambahannya karena bertambahnya cahaya rembulan” Ibnu Sina

Orang yang tidak boleh dibekam:

  1. Orang tua renta
  2. Orang yang bergetar wajah dan tangannya
  3. Orang yang baru donor darah
  4. Pada kulit yang berkudis dan berpenyakit
  5. Pada perut mereka yang baru selesai makan (makanan berat)
  6. Pada perut ibu yang mengandung
  7. Penderita darah rendah (dianjurkan komsumsi herba Health –B & Omega –3 Kapsul atau dibekam pada titik-titik utama saja,maksimal 3 titik)
  8. Orang yang sedang minum obat pengencer darah
  9. Wanita yang sedang haid
  10. Penderita diabetes mellitus yang lukanya susah kering atau kadar gulanya diatas 280
  11. Ibu yang menyusui
  12. Orang yang gagal ginjal
  13. Orang yang sakit jantung, ada klep pada jantung
  14. Penderita kanker darah
  15. Orang yang lemah liver / hepatitis dianjurkan pakai alat bekam sendiri
  16. Orang yang radang usus
  17. Orang yang demam
  18. Orang yang berpenyakit gangguan pernafasan
  19. Anak-anak
  20. Orang yang sangat lapar atau sangat kenyang, 3 jam setelah makan baru boleh dibekam
  21. Orang yang kesurupan

Anggota tubuh yang tidak boleh dibekam
Lubang alamiah: mata,hidung, mulut, telinga, putting susu, kemaluan, dubur.
• Daerah limfatik system
• Pantat
• Urat-urat leher
• Pada persendian
• Pada taju atau tulang belakang kecuali pada pertengahan titik angin (antara)
• Pada tempat yang ada varises
• Tulang ekor

Peralatan Bekam

Ketika Rasulullah SAW melakukan bekam , beliau menggunakan tanduk, kaca yang berupa cawan atau mangkuk Pada abat ke 18 masehi (13 H) orang-orang Erofa menggunakan lintah sebagai alat untuk berbekam. Kini peralatan yang digunakan sebanding dengan perubahan jaman, sesuai dengan standart kedokteran di rumah sakit.

i. Cupping set dan hand pump (beberapa set gelas vakum dan pompa tangan)
ii. Lancet device (pen u/jarum)
iii. Surgigal Blade , Scaple (bila kulit pasien agak tebal atau kalau pasien kuat, sunnahnya bekam itu dengan sayatan)
iv. Kasa steril
v. Gunting khusus
vi. Disposal needle (jarum kecil), untuk wilayah depan atau kepala.
vii. Steril cotton (kapas)
viii. Tisu
ix. Alkohol
x. Disposal rubber gloves (sarung tangan karet)
xi. Minyak but-but (anti septic)
xii. Alat cukur
xiii. Masker
xiv. Alat tensi darah
xv. Alat pegetes gula darah (bila ada)
xvi. Plastik tempat sampah
xvii. Wadah / ember untuk mencuci peralatan kotor
xviii. Sabun pembasmi kuman (detol)
xix. Tusuk gigi
xx. Garam bukit atau garam dapur


Sebelum dan sesudah bekam
• Satu jam sebelum bekam dianjurkan mandi
• 4 jam sebelum bekam tidak boleh makan besar (nasi)
• 3-5 Jam setelah bekam dilarang mandi
• Jangan makan pedas-pedas sebelum dan sesudah bekam
• Setelah bekam dilarang bersetubuh, mengangkat berat, kerja keras sampai 3 hari
• Diusahakan jangan terkena hujan bekas tubuh yang dibekam, jika terpaksa bekas bekam terkena hujan maka segera mandi dengan air hangat.


Standar Operasional Prosedur bagi pelaku bekam

  1. Siapkan peralatan bekam dan yakinkan dalam kondisi steril
  2. Tanya nama dan umur pasien
  3. Perhatikan suhu tubuh pasien dan lingkungan / ruangan
  4. Ukur tensi pasien, kalau sistolicnya 110 mmHg atau lebih bagi pria boleh dibekam basah, kalau sistolicnya kurang dari 110 mmHg jangan dibekam basah, kalaupun mau dibekam, hanya pada 2 titik atau satu titik saja, yaitu pada titik al-akhdain atau punuk. Untuk wanita sistolicnya 90 mmHg atau lebih.
  5. Kekuatan ketahanan tubuh bisa dirasakan dari suhu badan pasien dengan menyentuh belakang tapak tangan. Atau lihat irisnya.
  6. Tanya pasien kapan makan , kalau wanita apakah sedang datang bulan Tanya juga apakah sedang dalam rawatan dokter lainya? Pasien yang sedang mengkomsumsi obat pengencer darah maka tidak dianjurkan untuk dibekam basah
  7. Tanya keluhan yang dirasakan pasien, lebih utama bila mengerti iridology atau deteksi penyakit lewat syaraf tangan untuk menentukan letak titik bekam
  8. Tanya atau periksa apakah pasien menderita penyakit DM atau selidiki riwayat lukanya
  9. Pasien dalam posisi duduk, berbaring atau tengkurep
  10. Mulai hijamah dengan membaca do’a atau ruqyah, anjurkan pasien mengikuti atau mengaminkan do’anya dan anjurkan membaca dalam hati Allahu huwa sysyafiy.
  11. Tentukan titik-titik yang akan dibekam lalu bersihkan dari debu, kotoran dan keringat dengan alcohol 70 % dan kapas yang diusapkan dengan pola spiral dari titik tengah keluar
  12. Usapkan kasa steril dengan minyak but-but atau anti septic lainnya
  13. Pasang alat bekam atau gelas vacuum di tempat yang di hijamah
  14. Setelah 3-5 menit gelas vacuum dibuka kemudian disuntik dengan lanset antara 7 hingga 11 titik, atau lakukan sayatan 9,11 atau 13-15 sayatan, sayatan kira-kira 0,4 milimeter, tepatnya pada lapisan dermis kulit
  15. Pasang kembali gelas vacuum pada titik tersebut
  16. Setelah 3-5 menit gelas dibuka dan darahnya dibersihkan dengan kapas. Dan seterusnya sampai 2,3 atau 4 kali sedotan, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan atau keadaan pasien
  17. Pasien diajak ngobrol atau menceritakan hijamah Rasul SAW
  18. Perhatikan kondisi pasien tanyakan pada pasien apakah bekam dapat dilanjutkan (berkomunikasi aktif selama pembekaman, jangan saling diam)
  19. Mengoleskan kasa steril dari atas kebawah untuk membersihkan sisa kapas yang masih menempel dibekas sayatan
  20. Mengoleskan minyak but-but ditempat hijamah atau anti septic lainnya
  21. Setelah pembekaman selesai berikan pijitan ringan disekitar titik bekam
  22. Bersihkan atau sterilkan peralatan bekam dan rapikan.
  23. Catatan :
    Bagi yang mempunyai keluhan penyakit berminat ingin berbekam, silahkan menghubungi no hp. 0813-5147-8621 ( Tidak dipungut biaya ).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: