Sebuah I’tibar : “Dialog Tukang Ojeg dan Wartawan”

· Uncategorized
Penulis

PENGANTAR

Seorang wartawan yang tidak mau disebutkan namanya datang ke meja redaksi sambil menyerahkan 1 bundel tulisan hasil wawancara. Ia katakan ini adalah hasil wawancara yang tidak disengajanya dengan seorang tukang ojek. Obrolan di atas kendaraan berlanjut dengan wawancara serius sampai beberapa kali pertemuan. Dan hasilnya adalah apa yang sekarang ada di hadapan para pembaca.

Ketika penerbit bertanya : “ Mengapa anda tidak menyerahkan tulisan ini kepada penerbit terkenal ?”. Ia menjawab : “ Saya bisa saja meminta kepada rekan – rekan saya yang ada di penerbit ternama. Tetapi saya tidak hendak mencari nama .Bahkan saya tidak ingin nama saya dicantumkan pada buku yang kelak akan diterbitkan”.

Kepada para pembaca budiman, tulisan ini tergolong langka. Malah boleh dibilang belum pernah diterbitkan tulisan semacam ini. Sebuah buku dialog kepada orang bawah tanah yang berbeda pandangan secara sangat tajam dengan kebanyakan orang ketika menyoal kewarganegaraan. Mereka hidup di wilayah yang sama dengan bahasa , warna kulit , mata uang dan adat istiadat yang sama pula. Akan tetapi mereka berbeda visi dan wala’ ( loyalitas ) didalam mengaitkan antara Islam dan negara. Semoga pembaca yang budiman dapat mengambil i’tibar atau pelajaran dari buku yang sederhana ini. ( Sumber : Ust. Abu Quthub Rabbani ).

Perkenalkan :

Saya seorang wartawan . Atas kehendak Allah dipertemukan dengan seorang pengojek. Saya hampir – hampir tidak percaya . Di tengah – tengah hiruk – pikuk orang – orang yang sibuk kesana – kemari mencari dunia dan lepas dari ikatan sentimen agama , masih ditemukan manusia yang sangat militan memperjuangkan dinnya . Saya katakan militan karena berbeda sama sekali dengan apa yang selama ini dilakukan oleh partai – partai atau ormas –ormas Islam yang ada di negeri ini. Saya banyak bergaul dengan tokoh – tokoh partai atau ormas – ormas Islam. Tetapi tak satupun yang mampu memberikan jawaban mendasar ketika mereka dimintai pendapat tentang solusi Islam menghadapi kondisi hari ini dan esok. Rata – rata memberikan jawaban yang ngambang dan tak bermakna.

Berbeda dengan apa yang saya temukan pada pengojek ini . Ia berhujjah dangan sangat realistis argumentatif berdasarkan dalil dan logika yang tidak mengada – ada . Ia juga memberikan jalan keluar yang tidak cuma bermaslahat bagi kehidupan dunia tetapi juga menghubungkannya dengan kehidupan kekal selepas hari berbangkit.

Sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bahwa dibalik kehidupan normal yang biasa dinikmati oleh sebagian besar manusia Indonesia , ada orang – orang yang secara fisik kelihatannya sama , tetapi ternyata memiliki cara pandang tersendiri mensikapi apa – apa yang ada di sekelilingnya. Silakan pembaca menyimaknya sendiri.

Perlu kiranya pembaca ketahui, dialog ini sudah saya edit dengan penggunaan bahasa yang mudah untuk dikaji tanpa harus mengurangi maksud yang terkandung didalamnya. Saya sengaja membiarkan tulisan ini tanpa saya kelompokkan secara khusus karena demikianlah urut –urutannya . Saya hanya sekedar menambahkan judul dan nomor di depan untuk memudahkan pembaca mencari ulang.

Dalam dialog ini saya menggunakan nama Polan . Sebuah kata yang asalnya dari kata fulan, artinya tanpa nama. Mengapa saya tidak mau mencantumkan nama saya , karena saya ingin mencoba berbuat ikhlash dengan tidak melibatkan diri setelah tulisan ini dibaca banyak orang. Itu alasan yang pertama, sedang alasan yang kedua adalah karena dari orang yang saya wawancarai berpesan agar nama saya tidak ditulis kalau sekiranya hasil wawancara ini akan dipublikasikan. Sebagai wartawan sayapun menjunjung tinggi kode etik jurnalistik untuk memenuhi permintaannya. Semoga Allah menjadikan peristiwa ini bermanfaat untuk kita semua. Bumi Nusantara ,17 Dzulhijjah 1422 H. Polan

A. Rasa Memiliki

001.

Polan Bagaimana pandangan anda tentang berbagai peristiwa pergolakan politik di tanah air ?

Pengojek Saya tidak begitu ambil peduli……

002.

Polan Kalau banyak orang tidak begitu peduli seperti anda , apa jadinya negeri ini ?

Pengojek Bukan saya tidak punya rasa peduli bung, tetapi bukan pada tempatnya saya harus peduli.

003

Polan Maksud anda ?

Pengojek Yang seperti ini bukan urusan rakyat jelata , tetapi urusan negara. Segala hal yang tengah terjadi , apakah itu menyangkut gejolak politik , ekonomi , keamanan maupun keagamaan tidak terlepas dari kepentingan negara. Saya sebagai orang yang beragama Islam merasa bahwa negeri ini tidak pernah peduli dengan Islam. Karena itu sudah sejak lama saya berlepas diri dari negara seperti ini. Sebab dalam pandangan Islam manakala sebuah sistem menolak keseluruhannya atau sebagiannya dari hukum Islam , maka sistem ini harus dijauhi . Negara adalah sebuah sistem . Dan sejarah membuktikan bahwa sehari setelah kemerdekaanya , Republik Indonesia menghapuskan kewajiban dirinya untuk menerapkan syareat Islam. Karena itulah saya berlepas diri dan tidak begitu ambil peduli dengan segala peristiwa yang menggelayuti republik ini. Bagaimana saya harus peduli dengan RI sementara RI sendiri tidak peduli dengan nasib dinul Islam ?

004

Polan Apa maksud berlepas diri ?

Pengojek Berlepas diri itu artinya saya tidak lagi bergantung pada sistem yang dianut oleh RI.

005

Polan Tapi bukankah anda hidup , makan , minum dan menggunakan segala fasilitas termasuk uang menggunakan sistem RI ?

Pengojek Harap dibedakan antara membela dan sekedar numpang hidup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seperti anda misalnya , saya yakin anda bekerja sebagai wartawan hanyalah karena persoalan tuntutan hidup. Apakah itu yang menyangkut tuntutan perut maupun tuntutan harga diri. Anda tidak pernah peduli dengan nasib maju mundurnya perusahaan sebab yang diminta perusahaan kepada anda hanyalah agar anda bekerja dengan baik . Menulis berita yang laik jual. Sebagai imbalannya anda akan menerima gaji dan berbagai fasilitas . Anda Insya Allah tidak pernah merasa memiliki perusahaan yang anda bekerja di dalamnya. Anda juga tidak berkewajiban untuk merubah atau memperbaiki sistem yang ada di perusahaan tersebut. Adakalanya karyawan justru merasa senang jika perusahaan tersebut hancur karena barangkali tuntutan – tuntutan yang ia keluhkan tidak didengar oleh perusahaan. Namun demikian andapun mau tidak mau , terpaksa tidak terpaksa ikut berperan memperlancar sistem yang ada di perusahaan dan mematuhi aturan –aturannya. Ini yang saya katakan dengan sekedar numpang hidup sebab anda tidak akan pernah membela sepenuh jiwa raga .Malah bila anda tahu ada gejala “collaps “ anda akan berusaha untuk pindah kerja. Demikian pula halnya dengan saya . Betul saya hidup , minum dan makan , punya KTP , uang dan lain sebagainya di dalam wilayah RI tetapi sedikitpun tidak ada rasa membela kepada RI. Saya ikuti aturan RI untuk sekedar numpang hidup bukan karena mencintai RI.

Ini sama dengan apa yang dirasa oleh orang asing yang hidup di Indonesia. Ada beberapa aturan yang mereka ikuti karena mereka tinggal dan hidup di wilayah RI seperti memiliki keterangan domisili ( semacam KTP ) ,berbahasa Indonesia , makan dan minum di Indonesia dan masih banyak hal lain yang mereka lakukan layaknya warga RI . Tetapi ini tidak berarti bahwa mereka adalah warga RI. Mereka tetap warga negara dan mengabdi kepada negaranya masing – masing. Bahkan kadang –kadang mereka membenci kepada RI. Tetapi karena mereka tinggal di sini kebencian itu mereka tahan dan tidak dinampakkan. Saya dulu pernah bekerja di perusahaan asing . Ada satu orang yang begitu dekat dengan saya. Ia ungkapkan perasaan kebencian dirinya kepada pemerintah RI. Hanya lantaran ada tugas yang harus ia kerjakan di sini ia betah –betahkan tinggal di sini. Secara jujur iapun sebenarnya senang dengan alam di sini. Satu yang tidak ia suka adalah kinerja pemerintah RI.

B. Antara Negara dan Pemerintah :

006

Polan Kalau soal benci sayapun membenci RI . Lantas apa bedanya anda dengan saya ?

Pengojek Yang benci pada RI tidak cuma anda sendiri. Jutaan penduduk RI pun benci kepada RI sebagaimana mereka membencinya. Tetapi mohon maaf sepertinya anda dan juga teman – teman anda kurang bisa membedakan antara harus membenci pelaku dan sistem. Yang anda katakan dengan membenci RI pada prakteknya adalah membenci pemerintahnya. Sama seperti orang asing yang saya ceritakan tadi.

007

Polan Lho apa bedanya membenci pemerintah dengan sistem ? Bukankah pemerintah itu pelaksana sistem ?. Jika pemerintah ganti pasti sistem bisa diganti atau minimal diperbaiki. Bukankah begitu ?

Pengojek Tidak. Seharusnya anda belajar dari masa lalu. Telah berkali – kali pemimpin diganti tapi toh tidak merubah keadaan. Tahun 1955 anda telah mengerahkan puluhan partai Islam dan 2 tahun lalupun anda telah mengerahkan puluhan partai Islam. Tetapi andapun tahu bahwa ternyata keadaan tidak berubah. Anda juga telah mengorbankan ribuan mahasiswa hanya semata – mata untuk menurunkan Soeharto. Begitu tampil presiden berikutnya andapun berusaha untuk menjatuhkannya karena tidak sesuai dengan selera anda. Maka saya bisa simpulkan bahwa keributan dan kekacauan yang selama ini terjadi tidak lain adalah refleksi dari ketidakpuasan anda kepada kinerja pemerintah. Anehnya jutaan penduduk tidak pernah mempersoalkan negara RI . Yang anda persoalkan hanyalah suksesi kepemimpinan . Anda berharap dengan digantikannya pemimpin lama dangan yang baru masalah akan selesai. Tetapi kenyataannya seperti yang kita lihat hari ini , pergantian pemimpin tidak menyelesaikan masalah. Anda benci pemimpin yang satu dan diganti dengan pemimpin idola anda , tetapi toh RI tetap bermasalah. Anda mungkin lupa bahwa akar permasalahan bukan terletak pada orangnya. Sebab sebaik apapun orang yang anda pilih manakala jatuh pada kubangan sistem yang salah , maka iapun akan melakukan kesalahan – kesalahan . Harap diingat Negara RI adalah sebuah sistem yang menyandarkan diri pada paham Pancasila. Dengan demikian otomatis setiap aktifitas kenegaraan harus disesuaikan dengan nilai – nilai Pancasila sedangkan Pancasila sendiri adalah hasil ijtihad Sukarno dalam rangka memberi dasar pada negara yang kelak akan diproklamirkan . Karena Pancasila adalah hasil buah pikiran manusia maka ia bersifat nisbi. Tidak memiliki sandaran kebenaran yang hakiki. Karena itu menjadi wajar kalau para penyelenggara negara menjadi limbung .Sebab mereka bersandar pada sandaran yang tidak fitrah . Hendak dibawa kemana negara ini ? , mereka sendiri tidak tahu. Maka yang ada adalah jiwa oportunis , aji mumpung . Mumpung berkuasa.

Kembali pada pertanyaan anda : “ Apa beda anda dengan saya ? “ Justru di sinilah letak perbedaannya. Posisi memandang permasalahan yang membedakannya. Anda memandang persoalan RI dari sudut pandang sebagai warga negara RI yang mencintai negara RI tetapi benci kepada pemerintahnya. Sedang saya secara struktural berlepas diri dari pemerintah RI . Dan secara sistem saya adalah lawan dari negara RI , tetapi secara agama saya mencintai dan senantiasa mendoakan kepada saudara – saudara saya yang seagama agar mereka menyadari bahwa mereka hidup di sebuah negara yang sebetulnya menolak Islam sebagai aturan hidupnya.

008

Polan Tadi anda menyinggung –nyinggung soal Pancasila .Bukankah Pancasila itu hasil kompromi maksimal dari para ulama ketika sidang BPUPKI ?

Pengojek Betul sekali. Tetapi Pancasila yang mana yang hari ini dianut oleh RI ?. Menurut Muhammad Rum Pancasila sudah digonta –ganti sampai lima kali. Tetapi yang paling penting sehari setelah proklamasi sila pertama yang tadinya ada kewajiban negara untuk memberlakukan syareat Islam dihapus dan diganti dengan Ketuhanan Yang Maha Esa . Ini menunjukkan bahwa sejak awal berdirinya RI kewajiban menjalankan syareat Islam dihapus dari negara RI. Dengan demikian apa yang dahulu dicita – citakan oleh ulama ketika menyusun piagam Jakarta sudah kandas sejak RI berumur satu hari.

C. Tempat Berjuang Seorang Muslim

009

Polan Tetapi sekali lagi , bukankah mereka Muslim yang taat ?

Pengojek Ya, memang mereka Muslim.

010

Polan Kalau mereka muslim tentu mereka akan membela kepentingan Islam . Saya tidak hendak bersuudhon kepada mereka. Maka saya tetap menaruh hormat kepada mereka sebagai pejuang muslim.

Pengojek Insya Allah saya sebagai muslim sayapun tetap menaruh hormat kepada siapapun. Tidak cuma terbatas kepada muslim. Kepada non muslimpun saya tetap menghormati mereka sebagai makhluk ciptaan Allah. Jadi secara personal saya tidak ada masalah dengan siapapun. Tetapi sebagai manusia siapapun tidak bisa melepaskan diri dari komunitas. Dalam Quran cuma ada dua komunitas. Pertama komunitas yang berjuang di jalan Allah dan yang ke dua adalah komunitas yang berjuang di jalan thoghut . Tidak pandang bulu adakalanya seorang muslim terjatuh pada pelukan thoghut.

011

Polan Kalau begitu apakah anda ingin mengatakan bahwa pendiri negeri ini yang nota bene para tokoh Islam adalah pembela thoghut ?”

Pengojek Sama sekali tidak. Quran menyatakan : “Baginya apa yang mereka usahakan dan bagi kita apa yang kita usahakan . Kita tidak ditanya dan dimintai tanggung jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan “ .Karena itu saya tidak akan mengungkit –ungkit pribadi mereka. Mereka telah bekerja semaksimal yang telah mereka bisa usahakan . Saya tidak punya hak menghakimi mereka .Itu urusan Allah . Soal masa lalu Allah menyuruh kita untuk menjadikannya sebagai pelajaran dengan maksud agar kita tidak terperosok ke tempat yang salah. Tugas kita hari ini adalah mensikapi apa yang ada di hadapan kita . Sebab di QS 17 : 84 ada isyarat agar tiap – tiap manusia berbuat untuk mengatasi keadaan yang dihadapinya. Di hadapan kita hari ini ada suatu keadaan yang merupakan cerminan sebuah sistem. Sebagaimana yang saya katakan dulu bahwa manusia terbagi ke dalam dua kelompok yang berbeda secara berseberangan yaitu yang satu haq ( benar ) dan yang lain bathil ( salah ). Tinggal keberanian kita untuk berani berkata apakah sistem yang ada di hadapan kita haq atau batal.

012

Polan Apakah harus hitam putih seperti itu ?

Pengojek Ya memang demikian .Di QS 90 :10 , QS 2 : 256 atau QS 16 : 36 serta masih banyak lagi ayat yang secara tegas menyatakan demikian.

013

Polan Jadi anda ingin mengatakan RI ada di pihak thoghut ?

Pengojek Kalau anda sendiri bagaimana ?

014

Polan Saya merasakan hari ini RI lebih perhatian kepada kepentingan Islam.

Pengojek Apakah hanya karena RI mengakomodir kepentingan Islam lantas anda tidak mau bersikap jujur untuk mengatakan RI thoghut ?

015

Polan Justru karena saya melihat RI banyak membela kepentingan Islam maka saya berkata jujur bahwa RI bukanlah thoghut

Pengojek Di mana anda melihat bahwa RI membela kepentingan Islam ?

016

Polan Banyak. Seperti adanya BMI , Bank Syariah , Partai Islam , UU Zakat , dibolehkannya jilbab , kebebasan pers Islam . Masih banyak lagi .

Pengojek Bagaimana halnya dengan dibolehkannya pabrik bir beroperasi di Indonesia ? Atau pelacuran yang dilegalkan dalam bentuk lokalisasi . Diijinkannya sebuah pulau untuk pusat perjudian? Atau yang lagi hangat sekarang : Presiden Wanita ?

017

Polan Lho, itu khan urusan dunia . Yang penting khan kita sebagai ummat Islam tidak melanggar aturan Islam dan kita bebas melaksanakan ajaran Islam. Bahkan kita dipersilakan jihad lewat partai Islam di parlemen.

Pengojek Jadi anda berpikir bahwa hukum Islam hanya dikenakan kepada orang Islam ?

018

Polan Lha iya. Memang kita mau mengatur orang lain dengan aturan kita ? Ya jelas tidak proposional dong !.Yang beragama Islam sendiri masih enggan melaksanakan aturan Islam , apalagi orang lain. Justru yang paling penting adalah bagaimana menyadarkan orang Islam agar mau melaksanakan aturan Islam. Kalau orang Islam di Indonesia mau melaksanakan ajaran Islam dengan murni dan konsekwen , maka Insya Allah orang lainpun akan merasakan indahnya Islam . Dan tanpa diminta mereka yang non muslimpun akan rela diatur dengan aturan Islam. Kalau masyarakat sudah tidak ada pilihan lain kecuali kerinduan kepada aturan Islam, maka tanpa dimintapun negara akan mengganti sistemnya dengan sistem Islam. Pada saat itu insya Allah rahmat akan turun sebagaimana firman Allah dalam QS 7 : 96 . Dan jadilah Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Rahmat bagi seluruh alam khususnya alam Indonesia.

Pengojek Indah sekali kedengaranya….!

019

Polan Bukan kedengaranya…Tapi memang demikian keadaannya. Coba perhatikan bagaimana Rosul menyemai kota Yastrib. Pertama , Beliau utus Mushab bin Umair yaitu orang yang perangainya mirip Rosul. Kemudian setelah penduduk Yastrib menerima Islam, barulah Rosul hijrah ke Yastrib dan kemudian Islam menjadi hukum positif yang ditaati. Bukankah demikian cara – cara sunnah ? Demikian pula dengan kita. Kitapun mesti mengikuti cara – cara seperti itu.

Pengojek Jadi maksudnya anda ingin mengislamkan Pancasila ?

020

Polan Bukan , bukan begitu. Maksud saya mari kita amalkan Islam . Dari masing – masing probadi. Kemudian dikembangkan ke tengah – tengah masysarakat. Dan dari masyarakat meningkat ke negara. Kalau Islam sudah menjadi kebutuhan masyarakat , Insya Allah dengan sendirinya Pancasila akan tersingkir.

Pengojek Nah …Pertanyaan saya :Dengan cara apa anda akan melakukan Islamisasi masyarakat sementara masyarakat sendiri merupakan bentukan dari negara ? Dan anda tahu bahwa di sini adalah negara yang mendasarkan diri pada Pancasila .Otomatis masyarakat yang terbentukpun masyarakat Pancasila?

021

Polan Saya rasa banyak yang bisa kita lakukan. Kita manfaatkan celah – celah hukum yang ada di negara Indonesia .Kita bisa bangun taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Kita bisa bangun media cetak dan elektronik Islam yang akan mensibghah masyarakat dengan nilai – nilai Islam. Kita juga bisa bangun ekonomi Islam yang akan menjadi tulang punggung sistem Islam. Nah , kalau semua sudah Islam otomatis penyebutan masyarakat Pancasila khan jadi hilang dengan sendirinya.

Pengojek Itu bagi orang seperti anda yang punya ghiroh Islam. Bagaimana halnya dengan orang – orang Islam yang tidak memiliki pemahaman seperti anda ? Bagaimana pula halnya dengan orang – orang yang tidak beragama Islam ?

022

Polan Maksud anda ?

Pengojek Ya dong…, yang namanya negara khan bukan milik perorangan atau sekelompok golongan. Negara adalah milik seluruh komponen yang ada di dalamnya. Negara harus mampu mengayomi berbagai kepentingan rakyat. Karena itu negara akan berusaha semaksimal mungkin menampung seluruh aspirasi masyarakat. Tentu saja aspirasi yang dimaksud adalah aspirasi yang sejalan dengan kebijakan negara anda yang berideologikan Pancasila. Jadi kalau anda muslim negarapun memberi kebebasan kepada anda untuk mepraktekkan nilai – nilai Islam asalkan nilai –nilai tersebut tidak bertabrakan dengan dasar negara yaitu Pancasila. Sebab, meskipun nilai tadi datang dari Allah tetapi berseberangan dengan nafas Pancasila ,maka harus ditinggalkan dan didahulukan kepentingan negara. Contohnya ketika ada seorang ulama yang menghukumi anak buahnya dengan hukuman rajam dikarenakan berzina, maka dari kaca mata negara Indonesia tindakan hukum rajam ini termasuk tindakan kriminal dan ulama tadi dianggap telah berbuat kejahatan padahal jelas –jelas secara Quran demikianlah seharusnya menghukum orang yang berzina. Jadi seperti itulah cara negara anda memandang kepada Islam.
Kepada kelompok lain yang ingin memperjuangkan kepentingan kelompoknya , negara juga akan memberikan fasilitas yang sama sepanjang tidak menodai dasar negara.
Tegasnya kalau anda berkehendak memasukkan nilai – nilai Islam ke setiap lini kehidupan , maka pada saat yang sama ada pihak lainpun memasukkan nilai – nilai yang boleh jadi bertentangan dengan Islam tetapi ditolerir oleh negara. Contoh : Kalau anda dengan bebas menerbitkan buku atau majalah Islam , maka pada saat yang sama ada pula buku yang justru merusak Islam. Majalah anda mungkin akan melarang pornografi , tetapi majalah lain justru menganggap hal tersebut sebagai karya seni. Kedua majalah ini nampak tidak ada persoalan ketika dijajakan bersebelahan di toko buku yang sama.

Anda Insya Allah akan menjadi pendukung pembangunan masjid , tetapi anda tidak bisa mencegah berdirinya pabrik bir. Malah lebih menggelikan lagi di lokasi pabrik yang haram itu berdiri sebuah masjid yang menandakan bahwa pabrik bir tersebut ternyata diproduksi oleh tangan kaum muslimin. Artinya di satu sisi mereka sholat dan berdoa demi kemenangan Islam tetapi di sisi lain dengan tangan yang mereka tengadahkan untuk berdoa tadi tangan itu dipakai pula untuk memproduksi barang haram.

Apakah anda tidak miris melihat hal semacam ini ?
Sebagai muslim relakah anda diperlakukan semacam ini oleh negara anda . Disatu sisi negara anda menyanjung Islam dengan pembangunan sarana ibadah tetapi pada sisi – sisi yang lain negara anda menginjak –injak Islam dengan sangat bengisnya ?

Di sisi lain anda boleh berjilbab tapi di sisi lain negara anda menjual gadis – gadis muslim untuk dinikmati orang – orang berhidung belang. Bahkan negara anda membangun sebuah pulau hanya khusus untuk keperluan semacam ini.

Ini artinya teori anda yang pernah anda kemukakan kepada saya bahwa perjuangan Islam itu dimulai dari pribadi , kemudian dari pribadi ke rumah tangga ,dan dari rumah tangga ke masyarakat ,dari masyarakat ke negara, tidaklah seluruhnya benar jika dipraktekkan di negara anda ini. Sebab jika teori anda ini benar , seharusnya Indonesia sudah menganut sistim Islam karena jauh sebelum Indonesia lahir telah berdiri lembaga pendidikan Islam pertama yaitu Muhammadiyah. Tetapi toh kewajiban negara untuk menjalankan syareat Islam dengan mudahnya dihapus tanpa rasa berdosa. Kemudian sebab yang kedua ,pada tingkat praktek bukanlah anda yang menentukan arah negara tetapi andalah yang diarahkan oleh negara. Boleh saja anda mendirikan lembaga pendidikan Islam dari TK sampai PT , Bank Islam dan lain sebagainya tetapi ingat bahwa anda bagian dari sistim non Islam. Maka otomatis keislaman anda itu akan dikebiri dan disesuaikan dengan kebijakan sisitim non Isilam.

Boleh saja anda mendirikan partai atau organisasi Islam sebanyak yang anda mau. Tetapi ingat bahwa partai dan organisasi Islam itu tidak banyak menolong anda karena syarat boleh berdirinya partai atau organisasi apabila ia rela berideologikan Pancasila. Apalah artinya partai atau organisasi Islam jika ruhnya sendiri bukan Islam. Ini mirip dengan cerita orang yang mau ke Bogor tetapi dia sendiri naik bis jurusan Bumiayu. Ada orang yang sudah memberitahu bahwa bis ini ke Bumiayu bukan ke Bogor. Tetapi orang ini ngotot karena menurut keyakinannya toh sama – sama bis ini . Di sepanjang jalan dia berdzikir kepada Allah agar selamat sampai di Bogor. Insya Allah meskipun tidak henti – hentinya dia berdzikir, bis ini tidak akan pernah sampai ke Bogor karena ruh bis ini bukan menuju Bogor tetapi menuju Bumiayu.

Sama halnya dengan anda, meskipun anda berkampanya dengan menggunakan kalimat toyyibah dan menggunakan simbol Islam yang paling sakral sekalipun , pada akhirnya anda harus tunduk di kaki presiden wanita. Anda tidak bisa menolaknya walaupun anda pakai dalil Quran sebab aturannya memang tidak menggunakan Quran.

Anda mungkin akan berdalih bahwa anda melakukan apa yang anda mampu demi Islam. Tetapi sesungguhnya anda tahu pula bahwa kapal ( baca : negara ) yang anda tumpangi ini tidak menghantarkan anda ke pangkuan Islam karena demikianlah sejak semula secara terang – terangan menyatakan dirinya berlepas diri dari Islam . Alangkah ruginya anda berlayar bersama kapal yang menjauh dari Islam sedangkan anda yang ada di dalamnya merengek – rengek supaya kembali kepada Islam.
Energi anda senantiasa akan dikuras untuk dipaksa menanggapi setiap pergolakan yang menyentuh persoalan keagamaan yang sebetulnya menurut pandangan negara anda yang sekuler itu merupakan hal biasa. Anda terhanyut dengan permainan yang diciptakan oleh negara . Anda dibiarkan membela habis – habisan agama anda sampai anda kelelahan sendiri dan apa yang anda tolak itu tetap berjalan menurut kehendak negara.

Sebagai contoh untuk mempertegas apa yang pernah saya kemukakan saya akan ulangi beberapa fenomena seperti ini :
Pada mulanya anda menghembuskan haramnya pemimpin wanita dengan mengemukakan dalil –dalil yang kuat . Tetapi setelah betul –betul wanita itu menjadi pemimpin anda, maka andapun terdiam. Bahkan iapun didampingi oleh orang yang berasal dari kelompok yang bersikeras bahwa wanita haram memimpin kaum laki – laki. Fotonya terpampang dimana – mana . Tersenyum . Apakah imannya tidak mengingatkan dirinya tentang hari berbangkit nanti ?.
Ketika di televisi ditayangkan sinetron pernikahan dini yang anda pandang melecehkan Islam, maka andapun buru – buru mengadakan seminar tentang indahnya pernikahan dini. Berhari –hari anda lakukan seminar ini tetapi film itu tetap ditayangkan tanpa pernah merasa bersalah. Sampai anda sendiripun berhenti dengan sendirinya mengadakan seminar.

Anda juga beramai – ramai melakukan demo anti pornografi sampai anda kelelahan sendiri. Tetapi yang lebih menggelikan santapan pornografi justru meningkat tajam setelah demo anda terhenti . Seolah – olah hendak mengatakan bahwa ia lebih unggul dibanding demo anda .
Dan masih banyak contoh yang anda sendiri tentunya lebih paham. Sungguh dengan kerendahan hati saya sampaikan kepada anda, akankah anda seperti ini terus –menerus ?Nyamankah anda hidup di bawah naungan sistem yang menghimpit fitrah anda sendiri ?

Akankah anda tetap ngotot mati – matian membela Islam dengan cara memaksakan kehendak anda kepada sistem yang justru memusuhi Islam ?

Bung…Seharusnya anda tidak perlu capai – capai seperti itu kalau saja sejak awal negara ini sudah dicanangkan untuk Islam. Kenapa Islam yang tadinya sudah ada diambang pintu tiba –tiba raib di coret oleh tangan orang Islam sendiri , ini merupakan indikasi adanya ketidakyakinan dari orang Islam sendiri bahwa Islam mampu menjawab permasalahan kalau dijadikan dasar negara. Ketidakyakinan ini boleh jadi karena wawasan mereka terhadap Islam masih kurang. Ini bisa disimpulkan dari disetujuinya keberatan orang Indonesia Timur atas 7 kata dalam sila pertama. Orang Indonesia Timur berpikiran jika Islam dijadikan dasar negara maka kebebasan beribadah terhalangi. Padahal kalau Hatta dan Sam Ratulangi tahu justru dengan dasar Islamlah sebetulnya kebebasan beribadah dijamin oleh Islam . Justru aturan buatan manusialah yang tidak bisa menampung apirasi seluruh lapisan masyarakat karena aturan yang dibuat oleh seseorang pasti hanya mewakili segelintir orang saja. Karena itu tidak akan pernah memuaskan semua orang. Lain halnya kalau aturan itu bersandar pada aturan Allah , Insya Allah akan mengayomi seluruh kelompok manusia karena Allahlah pencipta seluruh jenis manusia . Aturan Allah tidak hanya mewakili segelintir manusia saja tetapi seluruh manusia sepanjang jaman baik yang ingkar kepadaNya maupun yang taat kepadaNya. Maka betul firman Allah dalam Al Quran bahwa kalau aturan Allah itu diterapkan, tidak akan pernah terjadi perusakan terhadap tempat ibadah agama lain . Madinah adalah negara Islam pertama yang melaksanakan ayat ini.

Mari kita kaji apa yang terjadi di jaman Rosul dulu .Kita tengok bagaimana Rosul merespon rakyatnya. Meskipun di bawah naungan kepemimpinan Rosul , toh Rosul tidak memaksakan Islam kepada yang tidak mau. Sebagian orang yang berada di bawah kepemimpinan Rosul masih tetap dengan agama mereka yang lama : Ada yang masih kristen , Yahudi atau majusi. Bahkan di kalangan muslimin ada juga yang nilai kemuslimannya di hadapan Allah rusak . Itulah yang disebut dengan orang – orang munafik. Yang sungguh – sungguh menjalankan Islampun ada beberapa tingkatan . Maka dalam sejarah kitapun bisa temukan di antara mereka ada yang sangat taat tetapi adapula yang melanggar perintah. Ada yang kuat menjaga farjinya adapula yang tidak mampu menahan syahwat. Itu di jaman Rosul yang jelas – jelas Quran menjuluki mereka sebagai kuntum khoiro ummah dan sebaik – baik teladan . Maaf saya bercerita semacam ini tidak bermaksud menafikan kemuliaan Rosul. Astaghfirulloh. Saya berlindung kepada Allah dari hati yang buruk terhadap Rosul. Saya hanyalah bermaksud mengatakan bahwa dengan Islam Rosul hanya diperintah untuk menjadi rahmatan lil a’lamin .Rosul dan khalifah sesudahnya tetap mentolerir warganya untuk berbeda agama. Tetapi aturan umum ( publik law ) yang dikenakan kepada seluruh warga negara baik yang muslim maupun non muslim tetap sama yaitu Islam. Pencuri baik itu muslim maupun non muslim tetap dijatuhi dengan hukum yang sama yaitu potong tangan. Wanita muslim maupun non muslim tetap dikenakan pakaian yang sama yaitu sama –sama menutup aurot. Maka tidak heran jika kaum Yahudi membantu ummat Islam menggali parit dalam persiapan perang Khandak. Setiap perselisihan juga diselesaikan secara Islam. Dengan demikian setiap aktifitas warga negara pada saat itu dalam kerangka memperkokoh sistim Islam yang sedang dibangun Rosul dan khalifah sesudahnya. Meskipun Yahudi atau Nasrani , mereka turut menggali parit untuk mempertahankan negara Islam Madinah. Meskipun Yahudi , ia harus tunduk ketika pasarnya , katakanlah pusat ekonomi Yahudi pada saat itu , harus digusur dan diganti dengan sistim Islam.

Demikian pula ketika Islam sudah melampaui Jazirah Arab , orang – orang Nasrani atau kafir dzimmi diminta untuk membayar jizyah yaitu uang jaminan keamanan. Uang ini dipakai untuk memperkuat keamanan dan kuatnya keamanan merupakan jaminan pelaksanaan syareat Islam. Jadi meskipun uang jizyah dari non muslim , tetapi karena dalam lingkup sistim Islam ( baca : pemerintahan Islam ) , maka secara langsung sumbangan tersebut memperbesar dan memperkokoh struktur Islam itu sendiri. Kokohnya struktur Islam berarti kejayaan bagi Islam.

Di tempat seperti Rosul inilah semestinya seorang muslim berjuang. Rosul sejak semula sudah mencanangkan bahwa ia menjadi duta kerajaan Allah di bumi . Maka sejak awal pula Rosul sudah berlepas diri dari semua sistem yang menolak aturan Allah. Sejak itu pula siapapun orangnya , siapapun agamanya asalkan mengakui dan tunduk di bawah kepemimpinan Rosul akan diajak oleh Rosul untuk memperkuat Islam. Bahkan disebutkan dalam Qur’an sekedar berjalan ke lembah saja termasuk amal sholeh kalau itu berada di bawah komando Rosul . Sebaliknya meskipun agamanya sama dengan Rosul tetapi bukan di bawah kepemimpinan Rosul , maka Rosul tidak bertanggung jawab sedikitpun .

D. Ikatan Emosional

O23

Si Fulan Saya memahami apa yang anda kemukakan dengan panjang lebar tadi. Sayapun dan orang lain yang pernah mendengar argumentasi anda Insya Allah akan membenarkan ucapan anda. Tapi saya agak tidak setuju dengan ungkapan anda terakhir. Maaf saya merasa bahwa teman saya lebih baik dari anda. Teman saya ketika mendengar Mega naik , serta merta menyatakan keluar dari Indonesia dan memboyong seluruh keluarganya pindah ke negara Brunai Darussalam. Sedangkan anda hari ini masih sama seperti saya , tidak beranjak sedikitpun dari wilayah RI. Apapun ucapan anda , anda seperti saya dan orang lain yang ada di sini. Apalah artinya segala macam teori kalau toh ternyata anda tidak berbeda dengan saya. Apalah artinya argumentasi kalau hanya berhenti di kata – kata !! Allah mengecam orang –orang yang pandai bersilat lidah tetapi kenyataannya nol .

Pengojek Saya akan bertanya kepada anda : “ Mengapa muslimin dari negara lain yang tinggal di Indonesia tidak ikut boyong ke Brunai Darusalam seperti teman anda itu ?

024

Polan Anda ini aneh…… Ya jelas tidak mungkin dong mereka pindah ke Brunai Darusalam !! Ngapain mereka pindah . Ini khan urusan Indonesia yang tidak ada kaitannya dengan mereka. Mereka khan punya sistem dan pemimpin sendiri di negara asal mereka ….

Pengojek Lho tapi khan mereka muslim juga .Mestinya peduli dong dengan nasib muslim di sini. Mereka juga tinggal di sini . Makan disini .Beranak pinak dan mencari keuntungan di sini .Bukankah ada hadist yang mengatakan bahwa sesama muslim itu seperti satu tubuh , artinya jika ada yang terluka yang kain ikut merasakan ?

025

Polan Memang ada hadist seperti itu. Tapi ini khan hubungannya negara dengan negara. Secara hukum kenegaraan , dilarang sebuah negara mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Maka meskipun sesama muslim, warga negara asing tidak diperkenankan mencampuri sengketa kaum muslimin di negara yang ia tempati. Meskipun negara tempat ia tinggal berlaku bengis terhadap rakyatnya yang muslim, warga negara asing yang beragama Islam ini walaupun duta besar sekalipun , tidak akan memihak kepada muslim yang tertindas itu dengan cara bahu –membahu mengangkat senjata membantu si muslim. Insya Allah sekali – kali tidak akan pernah terjadi. Kalau sekedar himbauan kepada negara yang bengis tadi mungkin bisa. Tapi itu himbauan . Yang bisa didengar dan bisa juga tidak.

Pengojek Alhamdulillah ……… anda telah menjawab sendiri apa yang anda tanyakan tentang kenapa saya masih di sini. Sebagaimana saya katakan tempo dulu di awal –awal kita bertemu. Saya sudah sejak lama berlepas diri dari RI. Dengan kata lain meskipun saya serumpun dengan anda, sama –sama berkulit sawo matang , tetapi secara kewarganegaraan perasaan saya mensikapi segala gejolak yang ada di negeri ini sama seperti orang – orang asing yang tinggal di sini. Orang – orang asing itu meskipun di antara mereka ada yang muslim mereka tidak akan pernah berpikir untuk memperbaiki negeri ini. Sekedar bantuan pembangunan masjid , sedekah kepada pengemis di pinggir – pinggir jalan atau sumbangan bencana alam dilakukan oleh mereka sebatas perikemanusiaan . Bukan untuk merubah sistim atau karena simpatik kepada RI yang thoghut ini.

Jadi, kembali lagi kepada pertanyaan anda tentang keberadaan saya disini sesungguhnya berbeda jauh dengan keberadaan anda meskipun sama –sama di sini. Anda di sini terus menerus memikirkan RI. Memikirkan para pejabat yang korup menelan harta rakyat. Mengumpat pemerintah yang menaikkan BBM dengan semena –mena. Mengutuk pengadilan yang tidak mampu mengadili penjahat negara. Geram kepada wakil rakyat yang saling berantem sendiri .Menyesali diri kenapa harus diperintah oleh perempuan. Prihatin dengan segala bentuk kejahatan. Menangisi kebejatan sebagian penduduk yang tega memperkosa ibunya……………dan masih banyak lagi.

……………Tak habis –habisnya anda dan juga teman –teman anda dihadapkan pada persoalan keseharian negeri yang melelahkan hati, perasaan dan pikiran anda . Insya Allah anda sebagai muslim yang baik andapun berdoa kepada Allah agar negara anda diberikan pemimpin yang adil , pemimpin yang bercahaya dan pemimpin yang bisa memecahkan problematika negara anda. Mohon maaf , kalau dipikir doa anda jadi lucu. Anda menginginkan pemimpin negara yang komit kepada Islam , tetapi pada saat yang sama andapun sangat mencintai negara RI yang sebetulnya menjadi musuh Islam. Bagaimana mungkin pemimpin yang komit kepada Islam akan memerintah negara yang berlepas diri dari Islam ?

Itulah anda sebagai orang yang menjadi bagian dari RI. Menjadi warga negara RI. Akan halnya diri saya, meskipun satu wilayah dengan anda . Bahkan ngobrol seperti ini, Insya Allah tidak ada lintasan –lintasan beban pikiran seperti anda karena saya bukan bagian dari RI. Saya tidak akan mempersoalkan presiden wanita karena itu bukan presiden saya. Saya juga tidak ambil peduli dengan kebejatan pejabat negara RI yang korup maupun suka main perempuan, karena itu bukan pimpinan saya. Saya tetap bersikap biasa – biasa saja melihat keanehan –keanehan di negeri anda karena negara anda memang aneh didalam memandang syareat Islam.

Sebagai muslim sayapun berdoa kepada Allah agar kaum muslimin yang hari ini merasa nyaman berada di bawah naungan thoghut segera menyadari kekeliruannya karena Allah sendiri telah memerintahkan agar ummat Islam menjauhi thoghut . Saya pun berdoa kepada Allah agar Allah semakin menampakkan kebejatan sistim thoghut ini sehingga kaum muslimin yang hari ini berpihak kepadanya menjadi benci dan meninggalkannya.

Jadi , sekali lagi saya katakan bahwa antara anda dan saya ada beda luapan emosional ketika mensikapi apa –apa yang terjadi di RI.

Mari kita tengok bagaimana Rosul merespon rakyatnya. Meskipun di bawah naungan kepemimpinan Rosul , toh Rosul tidak memaksakan Islam kepada yang tidak mau. Sebagian orang yang berada di bawah kepemimpinan Rosul masih tetap dengan agama mereka yang lama : Ada yang masih kristen , Yahudi atau majusi. Bahkan di kalangan muslimin ada juga yang nilai kemuslimannya di hadapan Allah rusak . Itulah yang disebut dengan orang – orang munafik. Yang sungguh – sungguh menjalankan Islampun ada beberapa tingkatan . Maka dalam sejarah kitapun bisa temukan di antara mereka ada yang sangat taat tetapi adapula yang melanggar perintah. Ada yang kuat menjaga farjinya adapula yang tidak mampu menahan syahwat. Itu di jaman Rosul yang jelas – jelas Quran menjuluki mereka sebagai kuntum khoiro ummah dan sebaik – baik teladan . Maaf saya bercerita semacam ini tidak bermaksud menafikan kemuliaan Rosul. Astaghfirulloh. Saya berlindung kepada Allah dari hati yang buruk terhadap Rosul. Saya hanyalah bermaksud mengatakan bahwa dengan Islam Rosul hanya diperintah untuk menjadi rahmatan lil a’lamin .Rosul dan khalifah sesudahnya tetap mentolerir warganya untuk berbeda agama. Tetapi aturan umum ( publik law ) yang dikenakan kepada seluruh warga negara baik yang muslim maupun non muslim tetap sama yaitu Islam. Pencuri baik itu muslim maupun non muslim tetap dijatuhi dengan hukum yang sama yaitu potong tangan. Wanita muslim maupun non muslim tetap dikenakan pakaian yang sama yaitu sama –sama menutup aurot. Maka tidak heran jika kaum Yahudi membantu ummat Islam menggali parit dalam persiapan perang Khandak. Setiap perselisihan juga diselesaikan secara Islam. Dengan demikian setiap aktifitas warga negara pada saat itu dalam kerangka memperkokoh sistim Islam yang sedang dibangun Rosul dan khalifah sesudahnya. Meskipun Yahudi atau Nasrani , mereka turut menggali parit untuk mempertahankan negara Islam Madinah. Meskipun Yahudi , ia harus tunduk ketika pasarnya , katakanlah pusat ekonomi Yahudi pada saat itu , harus digusur dan diganti dengan sistim Islam. Demikian pula ketika Islam sudah melampaui Jazirah Arab , orang – orang Nasrani atau kafir dzimmi diminta untuk membayar jizyah yaitu uang jaminan keamanan. Uang ini dipakai untuk memperkuat keamanan dan kuatnya keamanan merupakan jaminan pelaksanaan syareat Islam. Jadi meskipun uang jizyah dari non muslim , tetapi karena dalam lingkup sistim Islam ( pemerintahan Islam ) , maka secara langsung sumbangan tersebut memperbesar dan memperkokoh struktur Islam itu sendiri. Kokohnya struktur Islam berarti kejayaan bagi Islam.

O23

Si Fulan Saya memahami apa yang anda kemukakan dengan panjang lebar tadi. Sayapun dan orang lain yang pernah mendengar argumentasi anda Insya Allah akan membenarkan ucapan anda. Tapi saya agak tidak setuju dengan ungkapan anda terakhir. Maaf saya merasa bahwa teman saya lebih baik dari anda. Teman saya ketika mendengar Mega naik , serta merta menyatakan keluar dari Indonesia dan memboyong seluruh keluarganya pindah ke negara Brunai Darussalam. Sedangkan anda hari ini masih sama seperti saya , tidak beranjak sedikitpun dari wilayah RI. Apapun ucapan anda , anda seperti saya dan orang lain yang ada di sini. Apalah artinya segala macam teori kalau toh ternyata anda tidak berbeda dengan saya. Apalah artinya argumentasi kalau hanya berhenti di kata – kata !! Allah mengecam orang –orang yang pandai bersilat lidah tetapi kenyataannya nol ( Wallahu A’lam )

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: