Terorisme Menurut Islam

· Umum
Penulis

Terorisme dan Radikalisme adalah kata yang sering menghiasi berbagai media informasi baik cetak maupun elektronik. Bahkan di dalam dialog keseharian umat Islam, maupun non Islam.

Kedua kata ini diakui atau tidak biasanya dialamatkan kepada orang-orang Islam yang benar-benar beristiqomah di atas jalan Islam yang lurus yang mengikuti millah Khalilulloh Ibrahim alaihis salam, yaitu bersikap baro’ (berlepas diri) terhadap orangorang kafir baik dalam bentuk memusuhi maupun membenci mereka, khususnya orang-orang kafir semisal Amerika dan sekutusekutunya yang jelasjelas memusuhi Islam dan kaum muslimin.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala ! “Sungguh telah ada teladan pada diri Ibrahim dan orangorang beriman bersamanya bagi kalian (yaitu) ketika mereka berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa saja yang kalian sembah selain Allah. Kami telah mengingkari kalian dan telah muncul permusuhan dan kebencian selamalamanya antara kami dan kalian, hingga kalian beriman kepada Allah saja.” (Al Mumtahanah : 4)

Kedua kata ini semakin nyaring terdengar setelah terjadinya ledakan dahsyat di gedung kembar WTC New York Amerika Serikat, Negara kafir harbi.

Terorisme menurut Bush dan sekutunya adalah orang-orang Islam yang berjihad melawan Amerika dengan segala kejahatannya, dengan kata lain teroris sama dengan mujahid. Tetapi bukan Bush kalau tidak bisa menyamarkan definisi teroris di atas! Karenanya ..Di setiap kampanye anti teroris yang ia gembar gemborkan di jagad ini adalah pemahaman bahwa teroris adalah orangorang yang suka membunuh rakyat sipil yang tidak berdosa dengan begitu biadab tidak peduli korbannya wanita atau anakanak.

Maka di setiap ada ledakan bom, siapapun akan latah berkata, “Pasti ulah teroris”, tidak hanya sampai di sini saja, mediamedia cetak dan elektronik yang sudah dikendalikan oleh kafir harbi Amerika (dengan porsi pemberitaan yang cukup besar dan bahkan menjadi laporan utama) segera menyiarkan secara langsung kejadian-kejadian pasca ledakan dengan lebih banyak menampilkan jerit tangis korban luka dan mayat-mayat rakyat sipil, khususnya wanita dan anakanak.

Hujan kecaman dan kutukan terhadap teroris begitu deras! Seluruh manusia anti terhadap teroris yang akhirnya anti terhadap mujahidin. Amerika dianggap pahlawan, dan mujahidin jadi kambing hitam.

Inilah fenomena yang terjadi hari ini, dan dengan kejadian yang sungguh memilukan ini seorang ulama besar syaikh Abdul Qodir bin Abdul Aziz menerangkan kebenaran yang mesti diyakini oleh seluruh umat Islam hari ini. Di dalam risalah singkat ini , beliau mengajak umat Islam untuk memahami prinsip-prinsip Islam yang pokok yang berkaitan dengan bagaimana bersikap terhadap Amerika dan sekutu-sekutunya yang jelas-jelas menyandang status kafir harbi.

AL IRHAB (Membuat Gentar Orang-orang Kafir) adalah bagian dari Ajaran Islam

AL IRHAB (Membuat Gentar Orang-orang Kafir) merupakan bagian dari Ajaran Islam dan barang siapa yang mengingkari hal itu berarti telah kafir. Ini didasarkan firman Alloh ‘Azza Wa Jalla: “Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka (orang-orang kafir) segenap kekuatan yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat, yang dengannya kalian dapat menggentarkan musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kalian dan orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahui tetapi Allah mengetahui mereka.” (Al Anfal : 60)

Karena itu Irhab (membuat gentar) musuhmusuh kafir hukumnya wajib menurut Syar’i berdasarkan ayat ini. Dan barangsiapa mengingkari berarti telah kafir! “Dan tiada mengingkari ayatayat Kami selain orang orang yang kafir.” ( Al Ankabut : 47)

Juhud artinya mengingkari dan mendustakan dengan lisan! “Dan siapakah yang lebih berbuat aniaya daripada orang yang telah mengadaadakan kebohongan atas Allah atau mendustakan kebenaran ketika ia datang kepadanya. Bukankah jahannam itu tempat kembali bagi orangorang kafir.” (Al Ankabut : 68)

Maka barangsiapa berkata bahwa Islam berlepas diri dari Irhab (terorisme / gerakan menggentarkan orang kafir) atau hendak memisahkan antara Irhab dan Islam maka ia benar-benar telah kafir. Jadi Irhab itu adalah bagian dari Islam.

Dengan pemahaman ini anda tentu mengetahui bahwa orang-orang yang berkata bahwa mereka hendak memerangi Irhab (terorisme / gerakan menggentarkan orang kafir) berarti mereka hendak memerangi Islam.

Membasmi Irhab sama artinya dengan membasmi Islam! Dan mereka hanya bisa menyamarkan hakekat-hakekat sesuatu itu terhadap orang-orang bodoh saja.

Memahami Latar Belakang Makna Teroris

Pertama, kita harus memahami bahwa ada perang antara Islam dan kufur.

Kaum kuffar berperang atas nama apa yang mereka sebut terorisme. Kita harus memahami apa itu terorisme ? Kita harus pula peka bahwa orang menggunakan istilah ini dengan konteks rasa bangga dan setuju serta dengan konteks penyangkalan dan tidak setuju.

Ahli tauhid menggunakan istilah ini dengan rasa bangga, untuk mengatakan bahwa mujahidin adalah teroris sebagai sifat yang layak dipuji, sedangkan kaum kuffar menggunakan istilah ini sebagai penyangkalan atau ketidaksetujuan, untuk menyebut seseorang sebagai teroris ketika seseorang menyerang mereka.

Kita harus memahami ada atau tidak hubungan antara jihad dan terorisme, Allah SWT, Menggunakan istilah ini dalam Al-Qur’an : “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang yang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya.”(QS. Al-Anfaal : 60)

Kekuatan disini disebutkan oleh Rasulullah SAW, sebagai persenjataan, Rasulullaah SAW, bersabda : “Sesungguhnya kekuatan itu adalah persenjataan.”

Kita tidak menyatakan bahwa ayat ini berarti mempersiapkan diri kita secara internal, karena kita tahu bahwa dari hadits Rosul bahwa agama akan didukung dengan jihad meski pun oleh seseorang yang berbuat dosa (fasik/fajir), Rasulullah SAW, bersabda : “Allah akan mendukung agama ini dengan orang yang fajir (seseorang yang meninggalkan kewajiban-kewajibannya dan mengerjakan keharaman).”

Meskipun seseorang telah berbuat dosa, dia dapat ikut berperang dan niatnya akan dibalas di saat terakhir dan dia bisa menjadi ahli surga. Begitu pula sebaliknya, seseorang yang pergi berjihad dengan ikhlas dapat berubah niatnya pada saat terakhir dan jika dia terbunuh ketika niatnya berubah untuk ghonimah atau tujuan lain selain berperang karena ridha Allah SWT, maka dia dapat masuk neraka.

Hal ini pernah terjadi pada orang terbaik. Rasul SAW, pernah bicara tentang Qirqara, seseorang yang membawa harta atau benda-benda Rasulullah SAW, selama bertahun-tahun, dia pergi ke sebuah peperangan dan melihat mantel seseorang di sana, dia mengambil mantel tersebut dan terbunuh ketika mengambilnya. Kemudian orang-orang mengatakan bahwa dia syahid, tapi Rasul SAW, berkata : “Tidak, dia di neraka.”

Terorisme dalam pandangan Islam adalah pelanggaran terhadap kesucian kehidupan, secara lisan, fisik, atau finansial dengan atau tanpa ijin (hak). Jika dengan ijin Allah SWT, akan terpuji (benar), dan jika tanpa ijin Allah SWT,. akan tercela (salah).

Kita harus menyadari bahwa setiap muslim memiliki kesucian jiwa, harta dan kehormatan, sebagaimana Rosul SAW, bersabda : “Barangsiapa membantu orang untuk membunuh kaum muslimin bahkan dengan sebuah ucapan atau kurma, dia kafir.”

Kalian tidak dapat bergabung atau bersekutu dengan kaum kuffar untuk melawan kaum muslimin, atau membuat kaum muslimin menyerahkan diri pada kuffar. Jika kalian melaporkan kaum muslimin dan menjerumuskan mereka sehingga mereka tertawan, terbunuh atau dilanggar kesucian mereka, hal tersebut adalah kekufuran dan termasuk terorisme yang tercela (salah).

Islam berbicara tentang irhaab (terorisme) dan Ir’aab (teror/rasa gentar). Rasul SAW,. bersabda : “Allah memberiku kejayaan dengan rasa gentar musuh.” Dalam hadits lain Rasul SAW,. juga menyuruh kita untuk, “Lemparkan rasa takut/terror di hati musuh.”

Hal-hal tersebut merupakan teror yang terpuji. Imam Syafi’i berbicara tentang terorisme dalam Islam. Beliau berkata : “Terorisme (irhaab) untuk musuh merupakan salah satu dari dasar/pondasi Islam. Barangsiapa menyangsikan bahwa menteror musuh adalah fardhu, maka dia termasuk kafir.”

Bagaimana jika mereka menyangsikan tapi tidak mengingkarinya ? Imam Syafi’i menyebut keraguan tersebut sebagai kufur duna kufur. Akan tetapi jika mengingkarinya maka termasuk kufur akbar. Imam Syafi’i merujuk pada ayat yang sama dalam Surat Al-Anfaal, ayat 60. “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang yang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya.”

Yang diperintahkan Allah adalah menggentarkan musuh Allah dan bahkan mereka yang tidak datang. Imam As-Syafi’i berkata tentang hal ini, “Ayat ini jelas menyuruh kita untuk bersiap dengan tujuan menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian. Allah SWT,. berfirman : “Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertaubat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu ; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatupun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dab menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan (terjamin keamanan mereka). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taubah : 3-5)

“(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfaal : 12-13)

Imam Syafi’i berhujjah dari ayat-ayat tersebut bahwa terorisme adalah bagian dari agama (din), dan merupakan hukum syar’i dan Anda tidak dapat mengingkarinya.

Celakanya, istilah terorisme hanya digunakan sepotong-sepotong oleh musuh-musuh kaum muslimin selama bertahun-tahun dan kaum muslimin telah melupakan kewajibannya untuk menteror balik mereka. Allah SWT,. berfirman : “Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan.” (QS. Al-Ahzab : 26).

Bahkan dalam ayat lain Allah juga berfirman ; “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang yang melampau batas. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekkah) ; dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil haram, kecuali jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.” (QS.
Al-Baqarah : 190-193)

Ketika kaum kuffar datang dari jauh ke Irak untuk membunuh dan menawan kaum muslimin, seraya mengklaim bahwa mereka memerangi teroris, yang diartikan (menurut) mereka dengan menghancurkan masjid-masjid, menawan para muslimah, menginjak-injak Al-Qur’an sebagaimana mereka lakukan di Irak, bagaimana akan ada jawaban lain kecuali menteror balik mereka ?!!! Sesungguhnya Allah SWT,. berfirman : “Apabila kamu bertemu dengan orang kafir (di medan perang) maka pancunglah leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti….”(QS. Muhammad : 4)

Imam Syafi’i berkata, “Oleh karena itu, menteror musuh Allah itu wajib syar’i hukumnya (berdasar nash) dan barangsiapa mengingkarinya maka kafir. Allah swt. Berfirman : “Tak seorang pun mengingkari ayat Kami kecuali di kafir.” (QS. Al-Ankabut : 4)(Mausu’atul Syafi’i)

Kini, kita berada di suatu waktu dimana jihad hukumnya fardhu a’in atas kaum muslimin dimana pun, baik secara fisik, finansial, maupun lisan. Berdasarkan kemampuan mereka. Jihad dan terorisme bukanlah suatu hal untuk ditakuti ataupun dihindari, dikarenakan menteror musuh Allah adalah perintah agama Islam. Barangsiapa memerangi teroris yang berjuang di jalan Allah, maka berarti memerangi Islam. Dan barangsiapa mengingkari bahwa terorisme adalah bagian dari Islam, maka dia mengingkari Allah SWT,. dan ayat-ayat-Nya. ( Wallahu A’lam )

Sumber :

http://www.abujibriel.com
http://www.arrahmah.com
http://www.abahzacky.wordpress.com

2 Komentar

Comments RSS
    • alianoor

      alhamdulillah saya juga senang bertemu dengan anda, insya Allah saya siap kok bersahabat dan saling tukr informasi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: