Al-Qur’an Sumber Kebenaran & Keselamatan

· Tafsir Hadits
Penulis

AL-QUR’AN ; SURAT CINTA DARI ALLAH SWT SEBAGAI JALAN HIDUP

Bagaimana perasaan kita ketika pertama kali menerima surat cinta ?, deg-degan, pingin cepet-cepet baca dan tiada satu katapun yang luput dari pengamatan, bahkan kerapkali surat itupun kita baca berulang kali. Sungguh waktupun tidak terasa saat jiwa kita larut dalam samudera surat cinta.

Apa surat cinta itu ? surat cinta bisa berarti surat yang berisi ungkapan cinta dari seseorang yang mencintai kita ataupun yang kita cintai. Apakah Allah mencintai kita ?, Allah menyediakan sarana dan prasarana sebelum Ia menciptakan kita. Mengapa ? karena Allah mencintai kita bahkan ketika Nabi Ibrahim bermohon kepada Allah agar fasilitas itu hanya diberikan pada orang yang beriman saja, Allah menolak permohonan itu dan menebar berbagai fasilitas itu untuk dinikmati semua orang, “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS Al-Baqarah (2) : 126)

Mengapa ? karena Allah mencintainya. Namun mengapa kemudian sebagian orang celaka ? karena mereka mengkhianati cinta Allah, bukankah kitapun tidak ingin jika ada orang yang mengkhianati cinta kita…….. Allah maha mengetahui problematika yang akan dialami manusia ketika mengelola fasilitas yang diberikan Allah serta ketika jumlah manusia semakin banyak hingga saling berebut fasilitas, maka Allahpun mengutus para nabi dan rasul lengkap dengan kitab suci-Nya, mengapa ? karena Allah mencintai kita. Kitab suci terakhir namanya al-Qur’an, iapun diturunkan sebagai bukti cinta Allah kepada kita, “Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.” (QS Al-Isra’ (17) : 82)

Al-Qur’an adalah surat cinta dari Allah, siapapun yang membacanya dengan ikhlash, bacaannya bernilai, Dari Ibnu Mas’ud ra, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw :”Barangsiapa yang membaca satu huruf dari ayat Al-Qur’an maka ia mendapatkan kebaikan, dan kebaikan itu berlipat sepuluh kali, saya tidak berkata : alif laam miim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, miim satu huruf.” (HR Tirmidzi). Dari ‘Aisyah ra, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw :”Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir dalam membacanya, ia akan bersama-sama malaikat yang menjadi utusan yang mulia lagi suci, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an tetapi ia terbata-bata karena kesulitan dalam membacanya, ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Daud, dan Darimi)

Allah tidak suka jika surat cinta-Nya diabaikan, Dari Ibnu Umar ra, bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda :”Perbanyaklah oleh kalian membaca Al-Qur’an di rumah kalian karena sesungguhnya rumah yang didalamnya tidak dibacakan Al-Qur’an akan sedikit kebaikannya, banyak kejelekannya dan kesempitan bagi penghuninya.” (HR Thabrani)
Al-Qur’an ; Manhaj hidup

Dari jabir ra, ia berkata : telah bersabda Rasulullah saw :”Al-Qur’an itu penolong yang diterima pertolongannya, dan pembela yang dibenarkan, barangsiapa yang menjadikan dia dimukanya, ia menuntunnya ke syurga dan barangsiapa yang menjadikannya di belakang, ia menghalaunya ke neraka.” (HR Ibnu Hibban)

Penjelasan :
 Yang dimaksud menjadikan Al-Qur’an didepannya artinya menjadikan Al-Qur’an sebagai manhaj (sistem/ aturan) hidupnya diantaranya dengan :

a. Tidak ragu-ragu sedikitpun terhadap kandungannya bahkan bertambah keyakinannya ketika Al-Qur’an dibaca (QS Al-Baqarah (02) : 2 ; Al-Anfal (08) : 2)

b. Berhukum terhadap aturan yang tertuang dalam al-Qur’an (QS An-Nisa (04) : 65, 105)

c. Menta’ati segala ketentuan / aturan yang terdapat dalam Al-Qur’an (QS Al-Maidah (05) : 7 ; An-Nur (24) : 51)

 Sedangkan yang dimaksud menjadikan Al-Qur’an dibelakangnya artinya orang-orang yang membelakangi (tidak mentaati aturan-aturan Alloh yang teruang dalam Al-Qur’anul-karim) diantaranya dengan :

a. Memperolok-olokan orang yang menerangkan Al-Qur’an kepadanya (QS 06 : 4-7 ; 08 : 31-34 ; 10 : 1-2 ; 15 : 6-8 ; 26 : 1-6)

b. Mendengar bacaannya tapi mengingkari kandungannya (QS Al-Maidah (05) : 46-47 ; An-Nisa (04) : 60).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: