MELURUSKAN PEMAHAMAN TENTANG ISLAM

· Uncategorized
Penulis

Secara bahasa, Islam berarti tunduk atau kepatuhan. Secara istilah, Islam adalah Patuh dan Tunduk kepada Allah SWT dengan cara mentauhidkan, mentaati dan membebaskan diri dari kemusyrikan. Allah SWT menyebutkan dalam beberapa ayat ; Ketika Rabbnya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Rabb semesta alam”. ( Qs. Al-Baqarah : 131).

Karena itu, tidak sepantasnya manusia mencari dan mengambil keyakinan dan ideologi selain Islam yang telah disyari’atkan oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya ; Barangsiapa mencari Dien (Aturan/undang-undanga/syari’at) selain Dien Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi. (Qs. Ali Imran : 85)

Islam adalah dienullah yang banyak memiliki keutamaan yang agung dan membuahkan hal-hal yang terpuji. Al-Qur’an dan Al-Hadits banyak mengutarakan keutamaan Islam, namun kadangkala hal tersebut tidak dipahami dan diketahui sebagian besar kaum muslimin. Sedikitnya ada empat hal keutamaan dan keindahan Islam, yaitu ;

1. Islam menghapus seluruh dosa dan kesalahan bagi non muslim yang masuk Islam. Al-Qur’an telah menyebutkan hal tersebut ; Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi.Sesungguhnya akan Berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu “. (Qs.Al-Anfal : 38)

Apabila seseorang masuk Islam kemudian dalam keIslamannya ia baik, maka ia tidak di siksa atas perbuatannya pada waktu dia masih dalam kekafiran, bahkan Allah akan melipat gandakan amal-amal kebaikan yang dilakukannya. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW riwayat Imam Muslim dari Sahabat Abu Hurairah ra ; ”Jika baik Islamnya seseorang di antara kalian, maka setiap kebaikan yang dilakukannya akan ditulis sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Adapun keburukan yang dilakukannya akan di tulis satu kali sampai ia bertemu Allah. ”

2. Islam tetap menghimpun kebaikan yang pernah dilakukan seseorang, baik ketika masih kafir maupun ketika sudah muslim. Sebagimana hadits Rasulullah SAW ; ”Wahai Rasulullah, apakah engkau memandang perbuatan-perbuatan baik yang aku lakukan sewaktu masih jahiliyah seperti shodaqah, membebaskan budak atau silaturrahmi tetap mendapat pahala? Maka Rasulullah SAW menjawab, ”Engkau telah masuk Islam beserta semua kebaikanmu yang dahulu.” (HR.Bukhori dari Sahabat Hakim bin Hizam ra)

3. Kemenangan, kesuksesan dan kemuliaan terdapat dalam Islam. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW ; ”Sungguh telah beruntung orang yang masuk Islam dan diberi rezeki cukup, dan Allah memberikan sifat merasa cukup atas rezeki yang ia terima.” (HR.Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah ra).

4. Islam membuahkan cahaya bagi penganutnya di dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman ; Maka Apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Qs. Az-Zumar : 22).

Kewajiban seorang muslim untuk menerima Islam bukan sebatas perkara ritual belaka namun meliputi seluruh aspek kehidupan (Kaaffah). Al-Qur’an sendiri telah menyatakan ; Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Qs.Al-Baqarah : 208).

Allah telah mensinyalir dalam al-Qur’an, hendaknya setiap muslim tidak meniru karakter Yahudi, beramal kepada hukum Taurat sebagian-sebagian. Mana yang cocok dengan selera diambil, sebaliknya mana yang tidak sesuai dengan selera ditinggal. Karena itu wajar kiranya kalau Allah melaknat prilaku umat Yahudi tersebut. Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, Padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah Balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (Qs.Al-Baqarah : 85)

Realita sekarang ini nampak terlihat, muslimin di dunia khususnya di Republik Indonesia, Islam bukan sebagai penentu dalam kebijakan dan aturan. Walau secara hitungan statistik jumlah ummat Islam mayoritas, tetapi dalam pengamalan Islam sangat minoritas. Kalaupun Islam dilaksanakan oleh umat Islam di Republik Indonesia, namun hanya sebatas perkara ritual dan itupun tidak murni. Sebab pelaksanaan ajaran Islam (ritual /ibadah mahdhah) yang dilaksanakan ummat Islam masih bercampur unsur bid’ah, khurafat, tahayul. Walaupun Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan kegiatan Islam lainnya (Hari-hari Besar Islam) dilaksanakan oleh Ummat Islam di Republik Indonesia ini, tetapi semua itu tidak memberi pengaruh yang signifikan (berarti) dalam upaya penegakkan syari’at Islam secara kaffah (totalitas). Akibatnya ayat al-Qur’an bukan sebagai pedoman tetapi sebagai tontonan dan hiburan yang tidak mempunyai pengaruh sama sekali, paling tidak al-Qur’an hanya sebatas pelengkap dalam setiap acara serimonial tanpa sebuah makna. Bukankah seorang mukmin jika al-Qur’an dibacakan akan bertambah keimanan dan ketaqwaannya. Al-Qur’an menyebutkan hal demikian ; Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Qs.Al-Anfal : 2).

Sebaliknya justru banyak kaum muslimin hari ini ketika dibacakan dan disampaikan ayat-ayat al-qur’an justru melahirkan kesombongan dan keingkaran terhadap al-Qur’an. Bahkan tidak senang dan berupaya menghalang-halangi muslimin lainnya yang ingin melaksanakan al-Qur’an dalam kehidupan ini. Yang lebih fatal lagi, ketika ada sebagian umat Islam yang bersungguh-sungguh dalam melaksanakan syari’at Islam dituduh dengan kelompok garis keras, teroris, dan lain sebagainya. Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu Lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (Qs.An-Nisa : 61).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: