kewajiban setiap muslim terhadap islam

· Umum
Penulis

Islam bukan sekedar sebuah keyakinan dan pengakuan, namun diperlukan upaya pengamalan dan pelaksanaan. Karena itu ada kewajiban yang mesti diketahui dan diaplikasikan oleh setiap muslim terhadap Islam.

1) Mengenal dan memahami Islam berdasarkan dalil-dalil yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah.

Islam yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW ialah semua perkara yang telah diwahyukan Allah SWT dalam al-Qur’an, dan semua perkara yang dijelaskan dan dicontohkan dalam sunnah Rasulullah SAW. Karena itu setiap perkara yang tidak dilandasi al-Qur’an dan As-Sunnah bukan ajaran Islam.

Setiap muslim dituntut memahami hakikat ajaran Islam berdasarkan sumber utama al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena itu kewajiban mengkaji dan mempelajari Islam berdasar dalil merupakan syarat mutlak kesempurnaan pengamalan Islam. Bahkan Rasulullah SAW telah menjamin, bahwa berpegang teguh dalam berislam dan beramal dengan pedoman al-Qur’an dan As-Sunnah, seseorang akan terpelihara dari kesesatan hidup, dunia dan akhirat. Sebagaimana sabda beliau : “Aku telah tinggalkan kepada kalian dua perkara, jika kalian berpegang kepada dua perkara tersebut maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu berpegang kepada kitab Allah (Al-Qur’an) dan As-Sunnah(al-Hadits)”.

2) Mengamalkan Syari’at Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Islam bukan sebatas hanya mempelajari dan mengetahui berdasarkan dalil-dalil saja, namun setelah itu wajib diaplikasikan (diwujudkan) dalam bentuk pengamalan. Artinya, setiap muslim yang telah memahami dan mempelajari Islam dituntut untuk mengamalkan syari’at Islam secara kaffah (totalitas) sesuai kemampuan yang dimilikinya. Berilmu tetapi tanpa diaplikasikan ( diwujudkan ) dalam sebuah pengamalan akan berakibat datangnya kemurkaan Allah SWT. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (Qs. Ash-Shoff : 2-3)

3) Mendakwahkan Syari’at Islam kepada setiap manusia.

Dakwah atau mengajak manusia kepada kebenaran Islam merupakan kewajiban setiap muslim yang telah memiliki kemampuan. Berdasarkan firman Allah SWT (Qs. Ali Imran : 104) ; Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Daqaiqut Tafsir 3/288-289 berkata: Berdakwah ke jalan Allah (Melaksanakan syari’at Allah) merupakan kewajiban setiap orang-orang yang mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka itu adalah umat beliau yang berdakwah ke jalan Allah seperti dakwah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam…. Dan kewajiban ini juga merupakan kewajiban seluruh umat. Inilah yang dinamakan oleh para ulama dengan fardhu kifayah yang bila sudah ada satu kelompok yang menegakkannya maka gugurlah kewajiban yang lainnya. Al-Qur’an menjelaskan bagaimana metode dakwah yang benar, sebagaimana firman Allah SWT ;  “Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan dengan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik….” (An-Nahl: 125)

Al-Qurthuby (Tafsir Al-Qurthuby 10 : 200) menjelaskan tentang latar belakang turunnya ayat ini :   “Ayat ini (QS An-Nahl (16) : 125) diturunkan di Mekkah pada waktu adanya perintah mengadakan perdamaian dengan Quraisy. Allah memerintah Nabi Muhammad saw untuk mengajak mereka kepada agama Allah dan syari’at-Nya dengan lemah lembut, tidak dengan kekerasan dan kekejaman / kebengisan. Ini merupakan tuntutan bagi kaum muslimin untuk dijadikan nasehat / pelajaran sampai hari kiamat.”

4) Mewujudkan tegaknya sistem pemerintahan Islam guna terjaminnya pelaksanaan syari’at Islam secara kaaffah (totalitas).

Islam bukan sekedar agama ritual atau yang berkaitan perkara ibadah mahdhah saja, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan yang menyeluruh, termasuk perkara penegakkan pemerintahan (negara) sebagai institusi pelaksanaan syari’at Islam. Islam bertujuan menciptakan kesejahteraan umum bagi umat manusia, baik muslim ataupun non muslim. Karena itu Al-Qur’an dengan tegas telah menetapkan keharusan adanya negara (pemerintahan) sebagai wadah pelaksana keadilan.

Al-Qur’an meminta manusia yang beriman untuk benar-benar tunduk kepada Allah dan menerima syari’at-Nya secara utuh. Sesuai yang dinyatakan Allah (Qs. Al-Baqarah:208). Karena itu, Rasul di utus untuk setiap ummat membawa missi menegakkan kebajikan dan keadilan sesuai dengan tuntunan wahyu yang telah diwahyukan kepada mereka. Al-Qur’an menyatakan hal demikian ; Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa. (Qs. Al-Hadid : 25)

Saat ini, syari’at Islam hanya sebatas konsep suci yang tidak mempunyai legitimasi untuk dilaksanakan secara utuh oleh ummat Islam, padahal secara kuantitas ummat Islam mayoritas. Wajar kiranya saat ini, hari demi hari kondisi umat Islam selalu mengalami keterpurukan, di sana sini terjadi berbagai musibah dan malapetaka, pertumpahan darah selalu ada. Ini merupakan indikasi karena syari’at Islam tidak dilaksanakan secara benar oleh umat Islam. Sebagai muslim , kesadaran untuk menegakkan syari’at Islam merupakan tuntutan iman. Allah SWT berfirman ; Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”. dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. (Qs. An-Nur : 51)

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (Qs. An-Nisa : 65)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: